Trend Bucket Hat ala Artis Korea

fashionentertainment.web.id – Bucket hat atau di artikan topi ember memiliki bentuk seperti ember yang biasanya di pakai nelayan atau topi orang di pedesaan irlandi. Di tahun ini Trend memakai topi ini mulai menjadi influence karena sering di pakai beberapa artis korea kenamaan.

Biasanya, topi terbuat dari kain katun tugas berat seperti denim atau kanvas , atau wol tebal seperti wol , kadang-kadang dengan lubang logam yang diletakkan di mahkota topi untuk ventilasi.

Ini pertama kali diadopsi sebagai barang mode tinggi di tahun 1960-an, dan dengan kebangkitan berikutnya di kedua mode jalanan dan di catwalk. Ini adalah perlengkapan festival yang populer di masa kini, juga dikenal sebagai “topi sesi” dan disukai oleh penggemar band-band seperti Sticky Fingers , The Stone Roses , King Gizzard & the Lizard Wizard , Oasis dan Yung Lean .

Baca juga :

Sejarah Topi Ember

Topi ember atau topi nelayan dikatakan telah diperkenalkan sekitar tahun 1900. Awalnya terbuat dari wol merasa atau kain wol , topi ini secara tradisional dikenakan oleh petani dan nelayan Irlandia sebagai perlindungan dari hujan, karena lanolin dari yang tidak dicuci ( wol mentah) membuat topi ini tahan air. Dari tahun- tahun antar perang dan seterusnya, “topi berjalan Irlandia” ini dengan cepat diadopsi secara internasional untuk tujuan negara karena, ketika dilipat, mereka dapat masuk ke dalam saku mantel. Jika topi jatuh ke lumpur, bisa dengan mudah dibersihkan dengan spons basah, dan bisa dibentuk kembali menggunakan uap dari ketel. Pada 1960-an, itu sering dipakai oleh anggota subkultur Mod .

Topi ember modern ini berasal dari topi tropis yang terbuat dari kapas menjemukan zaitun yang dikeluarkan untuk Angkatan Darat AS selama Perang Vietnam . Topi ringan ini menjadi populer di kalangan warga sipil untuk digunakan dalam olahraga seperti memancing, dan sebagai pelindung matahari.

Di tahun 2019 ini Bucket Hat di prediksi akan booming di Korea. Terbukti dari banyaknya artis hingga idol Korea telah menggunakan topi ini di akhir tahun 2018 lalu. Bucket Hat atau topi ember memang bukan hal baru lagi di dunia fashion, namun keberadaanya semakin populer beberapa tahun terakhir dan di prediksi akan semakin populer di tahun 2019 ini.  Diprediksi akan menjad influence di Indonesia bahkan dunia.